iklan

Jumat, 06 Januari 2012

ANALISIS RASIO KEUANGAN




1.      Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

A.    Rasio Lancar (Current Ratio)


                       Aktiva Lancar
Current Ratio = --------------------------
                             Hutang Lancar

berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, dimana dapat diketahui sampai seberapa jauh sebenarnya jumlah aktiva lancar perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya. Semakin tinggi rasio berarti semakin terjamin hutang-hutang perusahaan kepada kreditor.

B.     Rasio Uji Cair (Acid Test Ratio)


                     Aktiva Lancar - Persediaan
Acid test ratio = ---------------------------------------
                             Hutang Lancar

Rasio ini sering juga disebut sebagai Quick ratio, dimana rasio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisir menjadi uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid daripada piutang. Jika current ratio tinggi tapi quick rationya rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan
                                                                                                                       
C.    Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Pengertian kas kadang-kadang diperluas dengan setara kas (cash equivalent) meliputi surat berharga yang mudah diperjualbelikan. Rumus perhitungannya adalah :

       Kas + Surat Berharga
----------------------------------- = X
Hutang Lancar

D.    Perputaran Piutang (Turn Over Receivable)

                                     Hasil Penjualan Kredit
Turn Over Receivable = --------------------------------------
                                            Rata-rata Piutang

Rasio perputaran piutang memberikan analisa mengenai beberapa kali tiap tahunnya dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang kebentuk uang tunai, kemudian kembali kebentuk piutang lagi.



E.     Lama Penagihan Rata-rata (Average Collection Period)

Piutang Usaha
------------------------- X 365 hari = …… hari
Penjualan Kredit
Atau
365 hari
------------------------------------   = …… hari
Perputaran Piutang

Rasio ini biasanya dipergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat likuiditas aktiva lancar yang berbentuk piutang jangka pendek.
F.     Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)


                                       Harga Pokok Penjualan
Turn Over Persediaan = -------------------------------------------
                                         Persediaan Barang Dagangan Rata-rata

Turn over ini menunjukkan berapa kali jumlah persediaan barang dagangan diganti atau dijual dalam satu tahun. Perputaran yang tinggi menunjukkan tingkat persediaan yang ada cukup baik

2.     Rasio Solvabilitas


A. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva (Ratio of Owner’s Equity to Total Assets)

Rasio ini menunjukan pentingnya sumber modal pinjaman dan tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditor. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin kecil jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan.

    Modal Sendiri
---------------------- = X
 Total Aktiva

C. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang

 Rasio ini mengukur tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditor jangka panjang . Disamping itu juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman baru dengan jaminan aktiva tetap.
           
Total Aktiva Tetap
----------------------------------------- = X
     Total Hutang Jangka Panjang






D. Nilai Buku Saham

Nilai buku per lembar saham menunjukkan jumlah rupiah yang akan dibayarkan kepada setiap lembar saham apabila perusahaan pada saat itu dibubarkan dengan anggapan bahwa semua aktiva dapat direalisir atau dijual dengan harga yang sama dengan nilai bukunya.

        Modal Saham
--------------------------------- = X
                            Jumlah lembar saham

E. Rasio Total Hutang terhadap Total Aktiva (Total Debt to Total Assets Ratio)

 Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi resiko keuangan perusahaan. Dalam batas tertentu bank akan sulit untuk mengabulkan permohonan kredit. Hanya saja setiap bank batasnya berbeda

                 Total Hutang
  --------------------------- = ……%
      Total Aktiva

Rasio Leverage

A.     Rasio Laba Usaha dengan Aktiva Usaha (Ratio Operating Income dengan Operating Assets)

      Profitability suatu perusahaan dapat diukur dengan menghubungkan antara keuntungan atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan atau assets yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut (operating assets). Yang dimaksud dengan operating assets adalah semua aktiva kecuali investasi jangka panjang dan aktiva-aktiva lain yang tidak digunakan dalam kegiatan atau usaha memperoleh penghasilan yang rutin atau usaha pokok perusahaan. Rumus perhitungannya adalah :

Laba Usaha
---------------------------- = X
         Aktiva Usaha

Rasio ini akan mencerminkan keuntungan yang diperoleh tanpa mengingat dari mana sumber modal dan menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan dalam melaksanakan operasi sehari-hari.

B.     Perputaran Aktiva Usaha ( Operating Assets Turnover)

Rumus ratio Perputaran Aktiva Usaha:
Penjualan
------------------------- = X
          Aktiva Usaha

Rasio ini menunjukkan seberapa jauh aktiva telah dipergunakan di dalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapa kali operating assets berputar dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.




C.     Rasio Laba Kotor atas Penjualan (Gross Profit Margin on Sales)

Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas produk sebelum dibebani oleh biaya-biaya yang lain. Perubahan rasio laba kotor bisa saja terjadi karena perubahan dalam kebijaksanaan penjualan, misalnya tingkat potongan atau adanya produk baru. Rumus perhitungannya :

Laba Kotor
------------------------ = ……… %
Penjualan

D. Rasio Laba Usaha atas Penjualan (Operating Margin Ratio)

Laba usaha (laba operasi) adalah laba dari kegiatan utama perusahaan. Oleh karena itu sudah seharusnya laba ini memberikan hasil lebih besar dibanding dari laba yang bukan utama. Rumus perhitungannya :

Laba Usaha
------------------------ = ……… %
       Penjualan

E. Rasio Laba Bersih atas Penjualan (Net Margin Ratio)
Rasio ini mengukur hasil akhir dari kegiatan operasi perusahaan. Selisih laba bersih dengan rasio laba usaha dapat mencerminkan berapa beban yang ditanggung perusahaan untuk biaya-biaya non operasional.

Rumus perhitungannya :
Laba Bersih
                                           ------------------------ = ……… %
                                               Penjualan

G.    Operating Ratio

Operating ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang tinggi menunjukkan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil.

   Harga Pokok + Biaya Operasi
------------------------------------------ = ……… %
       Penjualan

G. Rasio Tingkat Pengembalian Investasi (Return on Investment, ROI)
Tujuan perhitungan rasio ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat menghasilkan laba

  Laba Usaha
------------------------ = ……… %
  Aktiva Operasi

atau

Laba Usaha              Penjualan
------------------- X ----------------------
Penjualan                 Aktiva Operasi

H. Rasio Tingkat Pengembalian Aset (Return on Assets, ROA)

Dengan rasio akan nampak seberapa besar tingkat produktifitas seluruh aset. Perbedaan hasil perhitungan antara ROI dengan ROA akan diketahui sampai seberapa jauh tingkat aset penunjang atau tidak produktif dan hasil sampingan perusahaan. Rumus perhitungannya adalah :

Laba Bersih
------------------------ = ……… %
Total Aktiva

I. Rasio Laba Bersih atas Modal (Return on Equity)

Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang diperoleh dari penanam modal. Pengertian modal disini adalah semua modal yang tertanam di perusahaan, termasuk di dalamnya saldo laba (laba ditahan). Rumus perhitungannya :

Laba Bersih
------------------------ = ……… %
Modal Sendiri

J. Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share, EPS)

Rasio ini untuk mengukur laba bersih per lembar saham (maksimum) yang mungkin diperoleh pemegang saham. Dikatakan maksimum, karena yang dibagi biasanya adalah kurang dari EPS. Rasio ini adalah satu-satunya rasio yang muncul di laporan keuangan, bisanya dicantumkan di bawah laba bersih. Rumus perhitungannya adalah :
   Laba Bersih
--------------------------------- = ……… %
Jumlah Lembar Saham  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda